Skip to main content
perawat magang ke jepang

5 Syarat yang Perlu Diketahui untuk Perawat Magang ke Jepang

Perawat merupakan profesi yang banyak dicari, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di Indonesia sendiri, negara dengan banyak pulau ini membutuhkan perawat-perawat terlatih yang bisa ditempatkan di pelosok-pelosok negeri. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa perawat pun bisa ke luar negeri, sebab di luar negeri pun perawat sangat dibutuhkan. Meniti karir sampai ke negeri orang tentu akan membuat Anda mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang banyak. Untuk bisa bekerja di luar negeri, Anda dapat memulainya dengan mencoba menjadi perawat magang ke Jepang.

Di Jepang, istilah magang disebut juga Kenshusei. Untuk perawat sendiri, disebut TKI Careworker atau Kaigofukushishi, dan TKI Nurse atau Kangoshi. Penyaluran tenaga kerja magang dapat melalui Sending Organization (SO); yaitu lembaga yang memfasilitasi lowongan magang. Akan tetapi, peluang untuk menjadi karyawan magang di luar negeri, terutama di Jepang juga telah disediakan oleh pemerintah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah menciptakan peluang bagi orang Indonesia yang ingin magang di luar negeri melalui hubungan kerja sama antar pemerintah, atau disebut dengan istilah Government to Government (G to G), sehingga birokrasi penyalurannya bersifat resmi dan di bawah tanggung jawab Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Rata-rata pemerintah Indonesia menempatkan peserta magang ke Jepang sebanyak 2.500 orang yang akan ditempatkan pada 500 perusahaan dari 60 jenis kejuruan kerja. Magang dalam bidang keperawatan termasuk yang paling diminati di Indonesia, khususnya untuk diberangkatkan ke Jepang. Pada bulan Mei 2012, ada lima gelombang dengan jumlah 791 perawat yang diberangkatkan ke Jepang. Perawat tersebut umumnya bekerja sebagai perawat Lansia yang tersebar di beberapa panti jompo di Jepang. Selain tu, ada juga tenaga kerja magang profesional atau skill khusus, dalam hal ini tidak menutup kemungkinan seorang perawat pun bisa menjadi tenaga profesional di Jepang.

Baca juga  Yakin Sudah Melakukan Proses Keperawatan dengan Benar? Jangan-Jangan 5 Hal Ini Kamu Lewatkan Begitu saja

perawat magang ke jepang

Sebagian besar perawat yang mencari pekerjaan magang di Jepang tergoda dengan gajinya yang sangat tinggi. Akan tetapi, sebelum melihat gajinya, siapkan dulu persyaratan sebagai beikut:

  1. Calon careworker (kaigofukshishi) dan calon TKI Nurse (kangoshi) harus sering-sering melihat situs resmi Kementeraian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, atau website bppsdmk.kemkes.go.id, atau www.bnp2tki.go.id untuk melihat lowongan. Biasanya formulir pendaftaran akan dilampirkan secara online.
  2. Syarat khusus bagi calon careworker (kaigofukshishi) dan calon TKI Nurse (kangoshi) adalah:
  • Berusia 21 sampai dengan 35 tahun
  • Pendidikan serendah-rendahnya adalah lulusan D3 Keperawatan dengan melampirkan ijazah dan transkrip niai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta dilegalisir dengan cap basah atau embose.
  • Memiliki pengalaman kerja minimal komulatif 2 tahun sejak tanggal kelulusan atau telah lulus S1 Keperawatan + Ners.
  1. Setelah mengisi dan mengirimkan berkas, bersiaplah untuk tes tertulis kemampuan keperawatan, tes psikologi, wawancara, Japanese Quiz, dan Aptitude Test.
  2. Melakukan tes kesehatan, dan pastikan Anda tidak mengidap penyakit yang berbahaya.
  3. Melakukan pelatihan bahasa Jepang.

Itulah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh perawat yang ingin magang ke Jepang. Perlu diperhatikan bahwa pada seleksi tesebut, Anda perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar. Selain biaya pendaftaran, ada juga biaya pelatihan bahasa Jepang yang biasanya ditanggung oleh peserta.

Setelah memenuhi berbagai persyaratan tersebut, Anda akan segera dibuatkan kontrak dan diberangkatkan ke Jepang. Setelah itu, Anda akan mendapatkan apartemen dan menerima gaji dalam bentuk Yen. Tapi perlu diketahui bahwa biaya hidup di Jepang pun sangat tinggi. Anda perlu menyisihkan gaji untuk biaya makan, komunikasi, potongan gaji, dan asuransi. Jadi, berlaku hemat merupakan pilihan yang bijak.

Sumber: http://www.bp3tkiyogya.info/news/detail/37/pengumuman-pendaftaran-calon-tki-untuk-jabatan-asisten-nurse-asisten-kangoshi-dan-calon-tki-asisten-careworker-asisten-kaigofukushishi-ke-jepang-program-g-to-g-untuk-penempatan-tahun-2016.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.