Skip to main content
persiapan perawat anak

Yuk Intip 5 Persiapan Perawat Anak Sebelum Memulai Dinasnya

Perawat anak merupakan profesi yang membutuhkan kemampuan ekstra dibandingkan perawat pada umumnya, karena dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam menghadapi anak-anak. Pasien anak dan balita yang tubuhnya masih begitu ringkih tentu juga membutuhan penanganan yang khusus dibandingkan pasien dewasa pada umumnya. Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan oleh perawat anak sebelum memulai kerja? Yuk intip 5 persiapan perawat anak sebelum memulai dinasnya.

  1. Baju seragam khusus

seragam perawat anak

Baju seragam perawat biasanya identik dengan setelan baju berwarna putih. Baju berwarna putih ini biasanya sangat mengganggu bagi pasien anak. Sebagian besar pasien anak mengalami ketakutan saat didekati oleh perawat atau dokter yang menggunakan kostum berwarna putih sehingga untuk melakukan tindakan perawatan menjadi sulit. Oleh karena itu khusus untuk perawat anak diperlukan seragam khusus yang berwarna ceria seperti pink, kuning, biru muda, orange atau violet. Saat ini di beberapa rumah sakit swasta telah diterapkan seragam perawat yang tidak didominasi oleh warna putih, salah satunya untuk mengurangi stres hospitalisasi, tetapi masih ada juga beberapa rumah sakit umum dan swasta yang menggunakan seragam berwarna putih sebagai seragam wajib bagi perawatnya. Jika kebetulan Anda adalah perawat yang seragam standarnya dari rumah sakit adalah seragam putih, maka saat Anda berdinas di ruangan anak, Anda harus mengenakan pakaian khusus ruang anak yang biasanya sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit.

  1. Stetoskop khusus anak

stetoskop anak

Selain baju khusus perawat anak. Salah satu hal yang harus dipersiapkan oleh perawat anak adalah stetoskop untuk anak. Sebenarnya stetostop yang digunakan pada pasien dewasa dan pasien anak memiliki kesamaan fungsi, yaitu untuk mendengarkan denyut jantung, suara nafas paru, maupun suara bising usus. Hal yang membedakan antara stetoskop anak dan stetoskop untuk orang sewasa adalah bentuknya. Stetoskop yang digunakan pada anak-anak biasanya memiliki warna yang cerah dan mencolok seperti hijau muda, merah muda, biru muda atau orange. Selain warna mencolok yang mudah menarik perhatian anak-anak, stetoskop anak biasanya dilengkapi dengan mainan yang menempel pada stetoskop, sehingga saat dilakukan pemeriksaan, anak-anak cenderung tertarik dengan mainan yang menemperl di stetoskop, hal ini sangat memudahkan kelancaran pemeriksaan.

  1. Manset pengukur tekanan darah khusus anak

manset untuk anak

Untuk melakukan pengukuran tekanan darah pada balita dan anak diperlukan manset tekanan darah khusus karena ukuran lengan mereka masih sangat kecil. Oleh karena itu diperlukan manset tekanan darah yang sesuai dengan diameter lengan mereka. Manset tekanan darah ini biasanya disediakan oleh rumah sakit, tetapi jumlahnya sangat terbatas dan hanya ada di beberapa ruangan tertentu, seperti ruang perawatan anak, ruang NICU (Neonatus Intensif Care Unit) dan ruang UGD (Unit Gawat Darurat). Manset pengukur tekanan darah khusus anak sangatlah diperlukan saat melakukan perawatan karena tekanan darah merupakan salah satu indikator penting yang menunjukkan status kesehatan seorang anak.

Baca juga  Tahukah Kamu? Ternyata Perawat Memiliki 4 Peran Penting Sebagai Pendidik

Selain untuk mengukur tekanan darah, manset pengukur tekanan darah ini bisa digunakan bersama dengan tensimeter untuk melakukan Rumple test. Rumple test merupakan tes manual untuk mengetahui apakah seorang anak menderita penyakit demam berdarah atau tidak, sebelum dilakukan uji laboratorium. Rumple test dilakukan dengan cara mengukur tekanan darah si anak lalu mencatat sistole dan diastolenya. Setelah mendapat angka sistole dan diastole, kedua angka tersebut kemudian dijumlahkan. Setelah dilakukan penjumlahan, nilai yang didapat akan dibagi dua, lalu didapat sebuah nilai hasil. Selanjutnya si anak dilakukan pengukuran tekanan darah hingga batas angka nilai hasil tersebut lalu ditahan hingga 5 sampai 10 menit. Jika pada lengan anak muncul bintik-bintik merah atau istilah medisnya disebut petekie, maka anak ini kemungkinan besar menderita penyakit demam berdarah dan harus segera dilakukan uji laboratorium untuk memastikan diagnosis tersebut.

  1. Jam tangan

jam tangan

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh perawat anak sebelum memulai dinasnya adalah jam tangan. Jam tangan sangat berguna bagi seorang perawat, karena untuk mengukur nadi diperlukan jam tangan. Nadi diukur dalam waktu satu menit. Pada balita nadi normal berkisar antara 120-160 kali per menit sedangkan pada orang dewasa berkisar antara 60-120 kali per menit. Nadi bisa menjadi salah satu indikator status kesehatan seseorang, termasuk pasien anak. Nadi yang tidak teraba disertai wajah yang pucat bisa menjadi indikator bahwa anak sedang mengalami gejala syok. Atau nadi yang berdetak sangat cepat menunjukkan bahwa anak sedang mengalami nyeri atau kecemasan. Oleh karena itu, jam tangan hampir selalu menjadi peralatan yang tidak boleh ditinggalkan oleh perawat anak saat berdinas.

  1. Mainan

mainan

Anak-anak identik dengan mainan. Mereka sangat suka dengan mainan. Salah satu hal yang bisa membantu mengurangi stres hospitalisasi pada anak adalah mainan, oleh karena itu perawat anak sebaiknya membawa mainan yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk menghibur pasien anak yang mungkin menangis atau ketakutan saat dilakukan tindakan perawatan. Mainan yang dibawa sebaiknya tidak terlalu besar agar mudah untuk dibawa dan cepat ditunjukkan pada si anak saat anak menangis.

Baca juga  10 HAL INI DAPAT MEMBUATMU JATUH HATI PADA SEORANG PERAWAT

Ternyata menjadi perawat anak membutuhkan persiapan dan pendekatan yang khusus, karena anak bukanlah miniatur orang dewasa. Anak memiliki sifat dan ciri mereka sendiri. Semoga ulasan berjudul Yuk Intip 5 Persiapan Perawat Anak Sebelum Memulai Dinasnya ini dapat menambah wawasan bagi Anda semua yang bercita-cita menjadi perawat anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.