Skip to main content
perawat pendidik masyarakat

Tahukah Kamu? Ternyata Perawat Memiliki 4 Peran Penting Sebagai Pendidik

Setiap profesi pastilah memiliki peran. Tak terkecuali, profesi perawat. Sebagian besar dari kita tentu paham—peranan tersebut pastilah terkait dengan dunia medis. Namun, tahukah Anda, bahwa sebagai seorang edukator, perawat rupanya punya peran juga sebagai pendidik?

Berdasarkan definisi sederhana, pendidik sendiri berarti pemberi ilmu pengetahuan kepada anak didik. Namun, dalam konsep keperawatan, konsep pendidik sendiri berarti sebuah tugas untuk membantu individu/kelompok/masyarakat dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit, hingga tindakan yang diberikan. Lantas, apa saja peranan perawat sebagai pendidik? Berikut adalah penjabarannya.

  1. Menjadi “Guru” bagi Keluarga Pasien

perawat sebagai guru
https://www.flickr.com/photos/115089924@N02/12212474014/

Menjadi seorang perawat membutuhkan keahlian—yang tentu saja (sebagai sebuah profesi) harus didapatkan lewat lembaga pendidikan, dalam hal ini sekolah tinggi hingga perguruan tinggi. Di sinilah, calon perawat ditempa—dengan ilmu pengetahuan juga beragam keterampilan dengan harapan, ketika lulus kelak, bisa mengamalkannya dalam dunia nyata.

Saat seseorang dirawat di rumah sakit, sering kali kita menemukan banyak kasus, di mana pasien atau keluarganya tidak punya pengetahuan terkait penyakit yang dia derita. Maklum saja, meski penting, tidak semua orang memilih untuk mengambil fokus pada ilmu kesehatan atau mencari tahu lebih banyak tentang hal itu.

Dalam kondisi inilah si perawat menjalankan tugasnya—terutama menjadi “agen informasi” yang “memosisikan dirinya” untuk menerangkan kepada pasien/keluarga pasien terkait kondisi kesehatan dan perkembangan penyakitnya. Dalam jangka panjang, tentu saja langkah ini bisa mencegah risiko salah tindakan, salah penanganan terhadap pasien akibat ketidaktahuan, maupun untuk menepis kepercayaan dan mitos yang ada.

  1. Mendidik agar Mandiri

perawat pendidik masyarakat
https://www.flickr.com/photos/usarmyafrica/4553107475/

Setelah menerangkan terkait penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, lebih lanjut perawat juga akan berusaha untuk “mendidik” pasien/keluarga pasien—sehingga mereka menjadi tahu. Proses mendidik ini misalnya, bisa diterapkan mulai dari hal-hal kecil, semisal cara meminum obat, efek yang timbul, pertolongan pertama, hingga langkah-langkah antisipasi penyakit dengan menjaga pola hidup dan kesehatan. Hal ini dimaksudkan, agar kelak setelah pasien dipulangkan, terjadi perubahan perilaku di mana keluarga maupun pasien itu sendiri bisa merawat dirinya secara mandiri, tanpa bantuan seorang perawat.

  1. Memberi Informasi yang Transparan dan Jelas

Ketika ada yang bertanya—atau bahkan tanpa bertanya—seorang perawat haruslah menjelaskan informasi secara jelas dan transparan. Di sini, seorang perawat dituntut pula untuk memberikan informasi sebenar-benarnya, sehingga risiko cemas atau kekhawatiran berlebih menjadi berkurang. Secara tidak langsung, hal ini juga akan memberikan pengaruh positif terhadap kesembuhan pasien.

  1. Melakukan Transfer Informasi kepada Masyarakat

perawat memberikan informasi kesehatan pada masyarakat
https://www.flickr.com/photos/dfataustralianaid/10714522486/

Peranan perawat sebagai seorang edukator tidaklah hanya sebatas lingkup rumah sakit, melainkan juga di kelompok, maupun masyarakat. Hal ini bisa dicapai, misalnya dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan terkait penanganan kesehatan. Misalnya pertolongan pertama pada pasien yang patah tulang, luka bakar, pingsan, dan lain sebagainya—disertai penjelasan yang komprehensif. Adapun sebelum melakukan penyuluhan kesehatan, perawat juga harus dibekali dengan kemampuan riset dan penelitian untuk setidaknya mengkaji tingkat pengetahuan, apa yang ingin diketahui, serta informasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Baca juga  10 Asuhan Keperawatan yang Paling Sering Ditemukan di Ruang Gawat Darurat

Di sini, perawat juga berperan dalam meluruskan mitos yang berlaku di masyarakat. Misalnya, lewat kerja sama dengan para ahli kesehatan, ahli gizi, maupun akademisi—untuk menjelaskan informasi yang tumpang tindih, maupun sosialisasi penyakit.

Itulah empat peran perawat sebagai pendidik yang harus Anda ketahui. Harus diingat, peranan ini sangatlah penting, sebab berhubungan langsung dengan pasien; berikut perubahan perilaku pasien dan masyarakat ke arah yang lebih baik. Adapun semua ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan, mencegah penyakit, memaksimalkan kemandirian—yang dalam jangka panjang bisa berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.