Skip to main content
perawat militer pemberani

4 Alasan Paling Kuat ini Membuatmu Tak Akan Pernah Meremehkan Perawat Militer

Tidak semua orang tahu, profesi perawat/bidang keperawatan adalah sebuah area yang luas. Ada beragam aspek yang membedakan—satu lingkup keperawatan dengan lingkup lain; pun dengan keahlian berbeda yang harus dikuasai. Meski memiliki tugas sama, yakni merawat pasien, perawat militer misalnya (yang sehari-hari harus berhadapan dengan tentara/korban perang), tentu saja berbeda dengan perawat pediatri—yang sehari-hari terlibat dengan masalah kesehatan anak. Artikel ini sendiri akan membahas perihal profesi perawat militer yang sering kali luput dari perhatian. Karenanya, bagi Anda yang masih bertanya-tanya, berikut adalah empat alasan agar jangan pernah meremehkan perawat militer.

  1. Ditempa Situasi Ekstrem

latihan perawat militer
https://www.flickr.com/photos/ftmeade/6892751395/

Perawat militer—yakni mereka yang bertugas merawat tentara yang terluka selama masa perang—haruslah memiliki pengalaman dan kemampuan bekerja dalam situasi ekstrem. Situasi ekstrem ini bisa berupa: kekurangan sumber daya; makanan; tempat tinggal tak layak; hingga tekanan perang yang menyangkut hidup/mati, seperti risiko tertular penyakit, bahkan tertembak/tenggelam saat perjalanan!

Selain itu, seluruh perawatan pasien harus dilakukan tanpa panik. Bahkan dalam beberapa kasus, para perawatlah yang menenangkan pasien yang panik. Memang seiring waktu, mereka juga diharapkan untuk bekerja di dalam ruangan, di rumah sakit militer misalnya. Tetapi, ada masanya juga mereka benar-benar terjun ke lapangan, menyaksikan kekejaman perang yang terjadi; menyaksikan banyak tentara bunuh diri lantaran kalah perang; dan lain sebagainya. Sekarang coba Anda bayangkan, bisakah Anda bekerja—dengan dentuman bom/suara tembakan beriringan, hingga rintihan kesakitan para tentara yang terluka—tentunya: tanpa harus panik?

  1. Mereka Kuat dan Berani

perawat militer pemberani
via strategi-militer.blogspot.com

Tempaan situasi ekstrem menjadikan mereka kuat—baik secara fisik maupun emosional. Mereka adalah pemberani. Bukan hanya menjadi saksi perang, harus diingat, profesi ini juga mendatangkan risiko besar bagi diri mereka. Bisa saja, di dalam perjalanan untuk memberikan bantuan, kapal yang mereka tumpangi tertembak-lalu tenggelam, atau—bisa saja, dalam perawatan di kamp, mereka tertular penyakit menular dan berbahaya dari para tentara yang telah terlebih dulu terinfeksi. Selalu ada risiko besar, dan tentu saja, mereka tetap teguh berjalan, sekalipun harus mempertaruhkan segalanya—demi misi membantu sesama.

  1. Mereka Mempertaruhkan Segalanya

perawat baik
https://www.flickr.com/photos/familymwr/5286330520/

Untuk melakukan tugasnya, mereka harus siap berpisah dengan keluarga, sahabat, maupun orang terkasih—berikut lepas dari kenyamanan, tinggal di bangsal seadanya, makan dengan lauk/makanan seadanya, bahkan jika diperlukan, bekerja lewat dari jam yang seharusnya—hanya untuk merawat pasien yang terluka maupun sakit (bahkan jika para pasien tidak ada hubungan darah/pertemanan dengan mereka sekalipun).

Baca juga  Tahukah Kamu? Ternyata Perawat Memiliki 4 Peran Penting Sebagai Pendidik

Segalanya mereka pertaruhkan untuk menjadi seorang perawat militer. Tak tanggung-tanggung, bahkan nyawa sekalipun! Dalam bukunya yang berjudul Band of Angel, Elizabeth Norman (1999) bahkan menggambarkan bagaimana risiko seorang perawat militer ketika harus mengevakuasi korban bencana lewat udara. Norman menilai, profesi ini sangatlah sulit, sebab selain harus mengevakuasi, mereka juga berada di udara yang tentunya berisiko terjatuh bila ditembak musuh.

  1. Mereka Mengubah Sejarah

Sejarah kemerdekaan hingga revolusi—tak pernah lepas dari peran perawat militer. Kita mengenal sebuah organisasi bernama “Palang Merah”, baik berskala internasional maupun nasional, yang telah banyak membantu para korban akibat perang.

Adanya perang sendiri memaksa pihak-pihak yang terlibat untuk membuat sebuah unit pelayanan untuk merawat para tentara yang sakit. Tentu saja, selain harus melewati tahap pelatihan, para perawat militer ini bahkan tidak dibayar!

Ketimbang dokter, peran perawat kadang hilang dari perhatian. Namun harus diingat, meski dokterlah yang mendiagnosis sekaligus merekomendasikan pilihan pengobatan bagi pasien, tetap saja, perawatlah yang merawat pasien hingga mereka sehat seperti semula. Nah, empat alasan yang sudah dipaparkan di atas diharapkan mampu mengubah pandangan Anda terkait profesi perawat militer, sebagai profesi mulia, dan tak kalah penting.

One thought on “4 Alasan Paling Kuat ini Membuatmu Tak Akan Pernah Meremehkan Perawat Militer

  1. satu lagi terlupakan: barang bawaan kami lebih banyak dari prajurit lainnya, selain mebawa bekal perorangan, senjata, kami juga membawa kat perawat tas obat sendiri dan kadang tandu lapangan yang di bawa di medan pertempuran…. yess.. we are medical army force indonesian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.