Skip to main content
yoghurt

Mencegah Efek Samping Antibiotik pada Anak Menggunakan Prebiotik

Anak-anak merupakan individu yang memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan dengan orang dewasa. Akibatnya, anak-anak lebih sering terserang infeksi, terutama infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Pada anak yang menderita penyakit infeksi bakteri, seperti misalnya faringitis/radang tenggorokan, otitis media/infeksi telinga, pneumonia dan selulitis biasanya akan diberikan antibiotik sebagai upaya penyembuhan. Akan tetapi, banyak orangtua yang tidak tahu bahwa salah satu efek samping dari penggunaan antibiotik adalah terjadinya diare. Penggunaan jenis antibiotik seperti aminopenisillin, cepalosporin dan clindamycin merupakan antibiotik yang dapat membunuh bakteri “baik” di saluran pencernaan anak sehingga akan menyebabkan terjadinya diare, nyeri dan kram perut.

Efek samping antibiotik tersebut dapat dicegah, salah satunya dengan menggunakan prebiotik. Produk prebiotik saat ini sudah sangat populer di masyarakat, baik dari segi rasa maupun bentuk. Awal penggunaan prebiotik sebagai obat diteliti pertama kali oleh Dr. Eli Metchnikoff pada tahun 1908. Dr. Metchnikoff menemukan bahwa dengan mengonsumsi bakteri tertentu dapat membantu untuk menggantikan “bakteri jahat” di dalam tubuh. Konsep tersebut yang kemudian menjadi awal mula perkembangan studi fungsi prebiotik.

Prebiotik merupakan mikroorganisme atau “bakteri baik” yang apabila dikonsumsi dengan dosis yang tepat akan memberikan manfaat yang baik pada tubuh. Prebiotik saat ini tersedia dalam berbagai bentuk, misalnya dalam bentuk susu, yogurt dan juga dapat berupa serbuk atau pil. Beberapa nama prebiotik yang sering dimanfaatkan untuk mencegah dan mengobati diare, yaitu dari jenis bifidobacteria dan lactobacilli. Suatu penelitian mengatakan bahwa dosis prebiotik yang dapat mencegah diare akibat antibiotik berkisar antara 5 sampai dengan 40 milyar prebiotik per hari. Penelitian yang sama menyebutkan bahwa penggunaan prebiotik akan mengurangi resiko terjadinya diare akibat antibiotik dari 28,5% menjadi 11,97%.

Baca juga  5 Alasan Untuk Tidak Menyepelekan Diare pada Anak
olahan susu
yoghurt salah satu sediaan prebiotik yang mudah dijangkau

Walaupun demikian, tidak semua anak dapat mengonsumsi prebiotik dengan bebas. Pada bayi prematur dan anak-anak yang menderita penyakit immunocompromised, sebaiknya menghindari penggunaan prebiotik karena dapat menyebabkan infeksi yang lebih berat. Selain itu, orangtua juga tetap harus bijak dalam pemilihan prebiotik yang aman bagi anak dengan memperhatikan ijin BPPOM dan Depkes serta dosis prebiotik yang telah disarankan.

One thought on “Mencegah Efek Samping Antibiotik pada Anak Menggunakan Prebiotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.