Skip to main content
mahasiswa keperawatan

Mau Jadi Perawat? Calon Mahasiswa Keperawatan Wajib Siapkan Ini!

Kamu ingin menjadi perawat? Atau saat ini sedang menjadi calon mahasiswa keperawatan? Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan ketika kamu ingin menjadi perawat. Apalagi mengingat profesi yang satu ini membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang cukup baik karena harus berhadapan dengan berbagai macam jenis penyakit yang diderita oleh pasien dan harus melakukan pekerjaan secara shift, baik shift pagi, siang, maupun malam. Jadi jika kamu mau jadi perawat, calon mahasiswa keperawatan wajib siapkan ini!

  1. Persiapan mental

persiapan mental perawat

Mengapa persiapan mental merupakan salah satu hal yang wajib disiapkan oleh calon mahasiswa keperawatan? Karena perawat nantinya akan menghadapi banyak pasien dengan berbagai keadaan. Ada pasien kecelakaan yang mungkin saja harus ditangani dengan kondisi luka dan berdarah-darah, atau mungkin bayi prematur yang tampak begitu kecil dan ringkih, atau mungkin kamu harus merawat pasien dengan penyakit steven johnson sindrom, dimana hampir seluruh tubuh pasien nampak melepuh. Jadi sejak masih menjadi mahasiswa keperawatan, lakukanlah persiapan mental. Siapkan diri untuk menghadapi berbagai pasien dengan berbagai penyakit dan kondisi yang berbeda-beda yang tidak bisa kamu duga sebelumnya. Nggak lucu banget kan jika perawatnya pingsan karena melihat pasien datang dengan kepala berdarah akibat kecelakaan lalu lintas misalnya.  Persiapan mental ini harus dilakukan sejak masih menjadi calon mahasiswa keperawatan, agar tidak terjadi kondisi ketika kuliah keperawatannya sudah hampir semester akhir, setiap praktik klinik justru selalu menjadi momok menakutkan yang ingin dihindari. Percayalah, perawat merupakan pekerjaan yang mulia, dan jika kamu berniat untuk menjadi perawat, maka cintailah profesi itu dengan segala risikonya. Dengan begitu kamu akan dapat menikmati semua prosesnya.

  1. Persiapan fisik

persiapan fisik perawat

Selain persiapan mental untuk menjadi perawat, persiapan fisik juga diperlukan oleh calon mahasiswa keperawatan. Mengapa demikian? Karena selama proses studi, mahasiswa keperawatan akan dihadapkan pada serangkaian tugas, termasuk praktik laboratorium dan praktik klinik di berbagai rumah sakit. Mahasiswa keperawatan yang mendapatkan tugas praktik klinik di rumah sakit tentu saja harus melakukan tugas layaknya seorang perawat sesungguhnya, dengan jadwal jaga shift pagi, shift siang, maupun shift malam. Pada awalnya shift malam akan terasa berat karena belum terbiasa untuk terjaga di tengah malam, tetapi lama kelamaan hal ini akan menjadi hal yang biasa. Tetapi karena shift malam memang cukup berat dilalui pada awalnya, maka mahasiswa keperawatan harus memerhatikan kondisi fisiknya. Mengonsumsi makanan dengan asupan nutrisi yang adekuat serta meminum multivitamin, bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh selama praktikum di rumah sakit.

  1. Nursing kit

nursing kit

Salah satu hal yang harus disiapkan oleh calon mahasiswa keperawatan adalah memiliki nursing kit. Nursing kit adalah serangkaian peralatan yang digunakan oleh perawat maupun mahasiswa perawat untuk melakukan tugasnya sebagai perawat. Nursing kit ini terdiri dari stetoskop, tensimeter, termometer, reflex hammer. Stetoskop merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan detak jantung, suara nafas paru, maupun suara bising usus. Stetoskop juga digunakan bersama dengan tensimeter untuk mengetahui tekanan darah pasien. Termometer merupakan alat pengukur suhu badan. Termometer terdiri dari 3 jenis: termometer oral yang digunakan dengan dimasukkan ke dalam mulut, termometer anal yaitu termometer yang dimasukkan ke dalam anus, dan termometer axila yaitu termometer yang digunakan dengan cara meletakkannya di lipatan ketiak. Termometer yang biasanya diperlukan di dalam nursing kit adalah termometer axila karena termometer ini penggunaannya lebih luas, sedangkan termometer oral dan termometer anal biasanya hanya digunakan pada anak-anak dan bayi. Alat berikutnya yang harus ada di dalam nursing kit adalah reflek hammer. Reflek hammer adalah alat yang digunakan untuk melakukan tes kepekaan syaraf pada lutut maupun telapak kaki. Alat ini bermanfaat saat bertemu dengan pasien dengan penurunan kesadaran atau gangguan neurologis.

  1. Baju seragam

seragam perawat

Bagi calon mahasiswa keperawatan, salah satu hal yang wajib disiapkan adalah seragam setelan putih. Seragam ini akan digunakan pada saat mahasiswa mendapat tugas praktik klinik di rumah sakit atau di tatanan layanan kesehatan lainnya. Baju seragam khas perawat ini biasanya akan dilengkapi dengan name tag yang disediakan oleh institusi pendidikan. Saat melaksanakan praktik klinik, seragam beserta name tag tersebut harus digunakan selama jam dinas.

  1. Jas Lab

jas lab

Perlengkapan lain yang harus disiapkan oleh calon mahasiswa keperawatan adalah jas laboratorium atau lebih dikenal dengan sebutan jas lab. Jas lab ini wajib dibawa saat mahasiswa keperawatan bertugas merawat pasien karena jas lab ini sangat berguna. Kegunaan jas lab yang utama adalah melindungi mahasiswa keperawatan dari cairan tubuh pasien, seperti darah, yang mungkin saja bisa mengenai baju seragam saat tindakan, atau untuk menghindarkan diri dari spesimen tubuh seperti feses saat pasien buang air besar, maupun dari nanah saat mahasiswa keperawatan melakukan tindakan rawat luka.

Baca juga  Tahukah Kamu? Ternyata Perawat Memiliki 4 Peran Penting Sebagai Pendidik

Demikian ulasan mengenai hal-hal yang perlu disiapkan jika hendak menjadi mahasiswa keperawatan. Semoga ulasan dengan judul Mau Jadi Perawat? Calon Mahasiswa Keperawatan Wajib Siapkan Ini dapat bermanfaat dan memberikan gambaran tentang bagaimana persiapan untuk menjadi mahasiswa keperawatan. Selamat mempersiapkan diri dan selamat berproses untuk menjadi seorang perawat yang profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.