Skip to main content
perawat maternitas

Ingin Menjadi Perawat Maternitas? Cari Tahu Detailnya Yuk, di Sini!

Konsep keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan keperawatan profesional yang ditujukan bagi Wanita Usia Subur (WUS). Bidang pekerjaannya berkaitan dengan sistem reproduksi, masa kehamilan, persalinan, dan pascapersalinan. Adapun perawatan pascapersalinan ditujukan untuk bayi yang baru lahir sampai dengan 40 hari. Pelayanan ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Adaptasi ini disebut juga adaptasi holistis.

Sebagai seorang perawat maternitas, pengetahuan mengenai seluk-beluk Wanita Usia Subur (WUS) haruslah dipahami. Masalah utama dalam keperawatan maternitas adalah besarnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Perinatal (AKP). Hal ini dapat dipengaruhi oleh kurangnya kepedulian terhadap wanita, pelayanan kesehatan yang tidak memadai, status sosial, ekonomi, dan pendidikan yang rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan perawat maternitas dengan tujuan:

(1) Membantu wanita usia subur dan keluarga untuk menghadapi masalah reproduksi dan menghadapi masa kehamilan;

(2) Membantu ibu hamil selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas secara normal;

(3) Memberi dukugan untuk ibu hamil, agar mereka mempunyai konsep berpikir yang positif mengenai kehamilan dan persalinan sebagai sesuatu yang menyenangkan;

(4) Membantu memeriksa dan penanganan dini jika terjadi sesuatu;

(5) Memberi informasi mengenai apa saja yang dibutuhkan oleh calon ibu; dan

(6) Memahami keadaan sosial dan ekonomi calon ibu untuk persiapan persalinan dan lainnya.

Dalam keperawatan maternitas, seorang perawat maternitas mempunyai peran sebagai berikut:

  1. Berperan sebagai pelaksana, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Berperan sebagai pendidik, yaitu memberikan informasi kepada Wanita Usia Subur (WUS) mengenai cara menjalani masa kandungan, persalinan, dan merawat bayi.
  3. Sebagai konselor; yaitu menerima keluh kesah pasien dan memberikan solusi yang baik.
  4. Sebagai role model bagi para ibu, mencontohkan hal positif agar calon ibu dapat menjalani masa kehamilan dengan bahagia.
  5. Sebagai role model untuk teman sejawat.
  6. Perumus masalah.
  7. Ahli keperawatan.

perawat maternitasParadigma dalam keperawatan maternitas menjadi hal utama yang dikerjakan oleh seorang perawat maternitas, meliputi manusia, lingkungan, sehat, dan keperawatan.

  1. Manusia mencakup ibu hamil, bayi, serta keluarganya, yang dikelompokkan menjadi anggota keluarga yang unik dan utuh; sebagai mahluk bio-psiko­sosial dan spiritual yang memiliki sifat berbeda secara individual dan dipengaruhi oleh usia dan tumbuh kembangnya.
  2. Kemudian lingkungan, mencakup sikap, nilai, dan perilaku seseorang yang dapat memengaruhi proses kehamilan dan persalinan.
  3. Sehat, berarti keadaan terpenuhinya kebutuhan dasar, baik secara fisik dan psikososial.
  4. Terakhir, keperawatan ibu. Yang merupakan pelayanan keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada usia subur dan bayi baru lahir hingga 40 hari.

perawat maternitas Untuk menjadi seorang perawat maternitas, perhatikan model konsep keperawatan maternitas berikut:

  1. Tradisional care; yaitu konsep keperawatan maternitas yang dilakukan secara tradisional. Pada konsep ini, proses persalinan dilakukan oleh tenaga yang tidak terlatih.
  2. FCMC (Family Centered Maternity Care), dilakukan oleh tenaga ahli dan melaksanakan proses keperawatan maternitas, mulai dari proses kehamilan, persalinan, dan masa nifas serta merawat bayinya.
  3. Self Care Orem, lebih menekankan pada kemandirian ibu hingga mencapai kesejahteraan ibu dan bayi.
  4. Adaptasi, yaitu mempunyai kemampuan adaptasi dalam mencapai kebutuhan dan maternal sepanjang proses konsepsi sampai postpartum, terjadinya perubahan fisik, psikologis, dan sosial.
  5. Model konsep I King, yaitu menekankan pada personal dan interpersonal, serta sosial, dimana interaksi bisa dengan mudah diberikan.

Itulah hal-hal yang berkaitan dengan perawat maternitas. Pada dasarnya, seorang perawat mempunyai peran untuk membantu masyarat atau pasien, meskipun dalam hal mengambil keputusan, semuanya terletak pada pasien dan keluarganya, tanpa ada paksaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.