Skip to main content
sehat

7 Penyakit Berikut Dapat Dicegah dengan Buah Pepaya

Siapa yang tak kenal dengan buah pepaya? Orang Indonesia pastilah akrab dengan buah pepaya karena harganya yang murah dan mudah dijumpai hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Si bulat lonjong ini mempunyai tekstur daging buah yang lembut, warna yang menarik, dan rasa yang istimewa. sehingga banyak orang yang gemar mengkonsumsinya. Buah pepaya dapat dinikmati langsung setelah buahnya matang dan dagingnya berwarna kuning hingga kemerahan. Selain itu buah ini juga dapat diolah menjadi berbagai kudapan menyegarkan seperti koktail, rujak, maupun manisan pepaya.

Nah jika dilihat dari sisi kesehatan, pepaya merupakan jenis buah kaya nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan nutrisi pada pepaya yaitu karbohidrat, vitamin C, vitamin A, antioksidan, serat, kalium, fosfor, zat besi, dan enzim papain. Wow, bisa dibayangkan kan zat gizi yang akan diperoleh tubuh jika kita rajin mengonsumsi pepaya! Dengan berbagai keunggulan dan segudang manfaat pepaya, tak salah kan jika buah pepaya ini ini memiliki julukan “buah rakyat”?

 

Kali ini yuk kita intip manfaat  buah pepaya dalam mencegah berbagai penyakit berikut ini:

 

1. Mencegah penyakit jantung

Kandungan antioksidan, serat, dan vitamin yang tinggi pada pepaya dapat mencegah oksidasi kolesterol sehingga kolesterol tidak menempel pada pembuluh darah tubuh. Penempelan kolesterol (lemak jahat) pada pembuluh darah dapat mengakibatkan plak yang dapat mencetuskan berbagai penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner dan stroke. Oleh karena itu sertakan pepaya dalam diet harianmu ya agar tubuh terlindungi dari bahaya penyakit kardiovaskular.

Nah bagi anda yang memiliki riwayat penyakit jantung, pepaya dapat menjadi alternatif buah pilihan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

penempelan plak kolesterol pada pembuluh darah (via www.nhlbi.nih.gov)
penempelan plak kolesterol pada pembuluh darah (via www.nhlbi.nih.gov)

 

2. Membantu mengatasi arthritis

Arthritis yaitu peradangan pada satu sendi atau lebih yang mengakibatkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Annals of Diseases menunjukkan bahwa orang yang kurang mengonsumsi Vitamin C tiga kali lebih berisiko terkena arthritis daripada mereka yang kebutuhan vitamin-nya terpenuhi. Pepaya merupakan salah satu buah yang dianjurkan bagi penderita arthritis karena kandungan vitamin C-nya yang cukup tinggi. Selain itu enzim chemopapain dalam pepaya memiliki pengaruh yang signifikan pada pengendalian rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.

Baca juga  Waspadai 4 Hal Berikut Jika Anak Demam Tinggi

 

nyeri sendi pada penderita arthritis (via floridakeysacupuncture.com)
nyeri sendi pada penderita arthritis (via floridakeysacupuncture.com)

 3. Mencegah masalah kulit

Pepaya banyak dimanfaatkan sebagai bahan perawatan kulit baik dalam bentuk alami maupun produksi pabrik. Pepaya dipercaya bermanfaat untuk peremajaan kulit karena kemampuannya meregenerasi sel sel kulit yang mati. Kandungan papain dalam pepaya juga dapat mengobati kulit yang terbakar dan teriritasi. Jadi lakukanlah massage wajah dengan pepaya jika ingin mendapatkan kulit wajah yang cerah, sehat, dan tampak lebih muda!

Seperti kita ketahui pepaya merupakan sumber antioksidan, vitamin C, vitamin E, beta karoten yang baik untuk tubuh. Kandungan nutrisi pepaya ini mampu melawan radikal bebas sehingga mencegah kulit kusam, keriput dan penuaan dini. Ekstrak pepaya juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan kulit seperti kapalan, kulit kasar, eksim, luka dan bisul.

 

masker papaya untuk kesehatan kulit wajah (via oceanspotions.wordpress.com)
masker papaya untuk kesehatan kulit wajah (via oceanspotions.wordpress.com)

4. Mengatasi gangguan pencernaan

aduh BAB-ku nggak lancar nih, udah 3 hari absen ke belakang

Apakah anda pernah mengalami keluhan tersebut? Lalu apa yang anda lakukan?

Buang Air Besar (BAB) yang tidak teratur menjadi masalah pencernaan yang sering dijumpai saat ini, baik pada anak kecil, dewasa, maupun lansia. Keluhan yang sering muncul yaitu frekuensi BAB yang tidak teratur, BAB keras, bahkan mengeluh perut terasa melilit. Kondisi ini merupakan signal tubuh agar kita memperbaiki pola makan dalam diet harian.

Cobalah konsumsi buah papaya untuk membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik. Kandungan serat pada papaya baik untuk memperlancar saluran cerna agar kita terhindar dari konstipasi/ sembelit maupun wasir. Pepaya juga mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (memecah protein) sehingga dapat membantu tubuh mencerna senyawa kompleks protein menjadi asam amino yang siap diserap tubuh.

balita mengalami susah buang air besar karena kekurangan serat (via mykidsite.com)
balita mengalami susah buang air besar karena kekurangan serat (via mykidsite.com)

 5. Mencegah masalah penglihatan

Pepaya merupakan sumber antioksidan dan vitamin A, C, dan E yang berkhasiat mengoptimalkan fungsi penglihatan manusia. Pepaya juga mengandung beta-karoten, karotenoid lutein, dan zeaxanthin yang dapat melindungi mata dari intensitas tinggi cahaya biru agar tidak merusak macula pada retina. Dengan demikian mata terhindar dari penyakit Age-Related Macular Degeneration (ARMD) yang menjadi penyebab utama kebutaan pada usia lanjut. Konsumsi pepaya secara rutin dapat mengurangi risiko terkena katarak, glukoma, dan penyakit mata lainnya.

Baca juga  4 Hal Penting yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Perdarahan Lambung

 

Age-Related Macular Degeneration (via abneyeye.com)
Age-Related Macular Degeneration (via abneyeye.com)

 

6. Mengontrol Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh sebagai akibat kegagalan pankreas memproduksi hormon insulin untuk mengolah glukosa. Orang yang menderita DM harus menjaga diet agar gula darah dalam rentang normal.

 

Buah pepaya dapat menjadi pilihan tepat pada diet DM karena papaya mengandung karbohidrat kompleks (polisakarida) yang lama dicerna oleh tubuh sehingga penderita tetap merasa kenyang dalam waktu yang lama. Sensasi kenyang akan mengurangi nafsu makan sehingga gula darah tetap terkontrol. Pada penderita DM sebaiknya buah papaya langsung dimakan saja, jangan dibuat olahan makanan (seperti manisan dan koktail) karena akan meningkatkan kandungan gula dalam makanan.

pemeriksaan glukosa darah  ( via wikipedia.org)
pemeriksaan glukosa darah ( via wikipedia.org)

 

 

7. Mencegah kanker

Anda yang memiliki aktivitas tinggi di lingkungan luar akan lebih berpeluang terpapar zat karsinogen, seperti sinar matahari, asap, dan polusi jalanan. Padahal, jika kadar karsinogen dalam tubuh tinggi maka risiko terkena kanker pun akan meningkat. Penelitian dari Dr. Nam Dang, Universitas Florida menunjukkan bahwa papaya mengandung zat anti kanker yang efektif terhadap pencegahan kanker serviks, payudara, hati, dan kanker pankreas. Konsumsi papaya dalam melengkapi kebutuhan buah harian sangat baik untuk mencukupi nutrisi tubuh sekaligus mereduksi kadar karsinogen di dalam tubuh. Adapun para pecinta masakan daun pepaya, ekstrak daun ini mengandung molekul sitokin th1 yang juga baik dalam menangkal karsinogen karena memiliki efek antitumor dan meningkatkan kerja sistem kekebalan tubuh.

 

gambaran mikroskopis sel kanker serviks (via soc.ucsb.edu)
gambaran mikroskopis sel kanker serviks (via soc.ucsb.edu)

 

masih ada yang ga suka dengan buah pepaya? jangan deh, nanti nyesel loh !

 

 

 

Referensi:

http://pemkomedan.go.id/new/berita-mengkonsumsi-pepaya-pertajam-penglihatan.html

http://www.thehealthsite.com/fitness/health-benefits-of-papayas-sa114/

http://www.top10homeremedies.com/kitchen-ingredients/top-10-health-benefits-papaya.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.