Skip to main content
mitos kanker

6 Mitos Mengenai Kanker yang Wajib Kamu Ketahui

“Eh, kalau teleponan jangan kelamaan nanti kena kanker loh.”

“Duh, hati-hati pakai deodoran. Kelamaan jadi kanker loh. “

Apa yang ada dipikiran Anda ketika mendengar kata “Kanker” ? Takut, ngeri, sudah mau mati, tidak akan sembuh, kutukan, dan respon negatif lain yang pastinya mendominasi pikiran. Mendengar katanya saja sudah membuat orang bergidik ngeri. Membayangkan kalau hidup tidak akan lama, sudah tidak ada harapan lagi, dan harus menjalani sisa hidup di rumah sakit atau tempat tidur. Hmm, sedih sekali yah?

Tapi, apakah memang kanker itu tidak bisa sembuh?

Teleponan kelamaan bisa bikin kanker ?

Pakai deodoran juga bikin kanker ?

Duh, benar gak sih ?

Jawabannya adalah mitos. Ya, hingga saat ini masih banyak mitos tentang kanker yang berkembang di masyarakat. Mitos-mitos tersebut belum terbukti secara ilmiah dan justru membuat masyarakat skeptis dan resah. “Mitos-mitos terkait kanker berkembang, bahkan membuat penderita semakin merasa lemah. Ini yang sulit diubah,” ujar dr. Ekowati Rahajeng, SKM, M.Kes, Direktur Pengandalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan Indonesia menyikapi fenomena mitos kanker di kalangan masyarakat.

Yuk, kita kupas 6 mitos kanker yang banyak merebak beserta faktanya berikut ini :

Mitos #1 Kanker Diturunkan

kanker diturunkan
via https://www.flickr.com/photos/shannonpatrick17/

Faktanya: Dalam satu keluarga, Anda mungkin dapat menemui beberapa anggotanya yang mengidap kanker. Hal ini seringkali disimpulkan bahwa kanker bersifat genetik (keturunan). Padahal, banyak faktor luar yang lebih memicu munculnya kanker, seperti gaya hidup. Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan makan-makanan cepat saji. Namun pada beberapa kasus tertentu, ada kemungkinan kanker dapat diwariskan seperti, kanker ovarium atau kanker kolorektal. Penting untuk dicatat bahwa hal ini mungkin terjadi jika ada gen yang tidak normal dan bukan karena kanker itu sendiri.

Mitos #2 Kanker Tidak Memiliki Tanda dan Gejala.

sel kanker
gambar sel kanker payudara via: flickr.com

Faktanya: Menurut dr. Ekowati, banyak orang menganggap kanker adalah sesuatu yang abstrak dan tidak dapat dideteksi sejak dini karena tidak memiliki tanda atau gejala. “Penyakit kanker memang memiliki perjalanan penyakit yang panjang, namun dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terus bertambah jenis kanker yang bisa dikenali secara dini,” ujar dr. Ekowati menegaskan. Kabar baiknya, semua kanker terdapat tanda dan gejala awal yang khas yang bisa diketahui oleh penderitanya dengan melakukan pemeriksaan atau deteksi dini. Baca artikel sebelumnya mengenai gejala awal kanker :5 Gejala Awal Penyakit Kanker yang Harus Kamu Waspadai

Kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya sel atau jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali, dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita. Sel kanker bersifat ganas dan dapat menginvasi serta merusak sel-sel normal di sekitarnya sehingga merusak fungsi jaringan tersebut. Penyebaran sel kanker dapat melalui pembuluh darah maupun pembuluh getah bening. Sel penyakit kanker dapat berasal  dari semua unsur yang membentuk suatu organ, dalam perjalanan selanjutnya tumbuh dan menggandakan diri sehingga membentuk massa tumor.

Baca juga  6 Tips Ini Akan Membuat Suasana Aktivitas Olahragamu Lebih Menyenangkan !

Mitos #3 Kanker Menular

Faktanya: Kanker seringkali dianggap menular, seperti tuberkulosis atau cacar. Padahal, penyakit kanker muncul akibat pertumbuhan sel yang abnormal. Orang dengan kondisi badan yang sehat tidak dapat tertular penyakit ini melalui kontak fisik atau dengan menghirup udara yang sama. Hal ini hanya mungkin terjadi jika Anda melakukan transplantasi organ dari orang dengan kanker. Bahkan, penularan kanker dari ibu ke anak melalui plasenta sangat kecil kemungkinannya.

Mitos #4 Vonis Kanker Seperti Hukuman Mati

vonis hukuman mati
hukuman mati via: flickr.com

Vonis kanker tak ubahnya hukuman mati bagi para penderitanya. Pasrah dan putus asa tak jarang menghinggapi diri pengidap kanker. Akibatnya, pengidap kanker tidak mengambil tindakan pengangan penyakit apapun yang justru membuat penyakitnya naik ke stadium lanjut.

Faktanya: Pada kenyataannya, kanker dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup, karena sebagian besar kanker dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhkan diri dari faktor risiko. Lebih dari 40% dari semua kanker dapat dicegah dan beberapa jenis kanker (kanker payudara, kanker kolorektal, kanker leher rahim) dapat disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.

Mitos #5 Deodoran Dapat Menyebabkan Kanker Payudara

deodoran menyebabkan kanker
apakah deodoran penyebab kanker? via https://www.flickr.com/photos/estherase/

Faktanya: Menurut riset yang dirilis oleh National Cancer Institute (NCI), tidak ada penelitian konklusif yang mengaitkan antara penggunaan deodoran dan antiperspiran terkait risiko mengidap kanker payudara. Mitos ini diduga merebak setelah ada laporan yang menemukan bahwa kandungan aluminium pada deodoran dapat meresap pada kulit dekat payudara. Hal ini, pada gilirannya, mendorong pertumbuhan sel kanker payudara. Namun, NCI bersama dengan US Food and Drug Administration (FDA) membatalkan klaim tersebut yang menyatakan bahwa laporan-laporan ini tidak berhubungan dengan penjelasan ilmiah yang substansial.

Baca juga  Inilah 5 Olahraga yang Bisa Tetap Kamu Lakukan Saat Hujan !

Mitos #6. Terlalu Sering Menggunakan Ponsel Menyebabkan Kanker

menggunakan smartphone
apakah menggunakan ponsel menyebabkan kanker? via: https://www.flickr.com/photos/johnragai/

Beberapa orang menyakini bahwa paparan radiasi frekuensi radio dari ponsel dapat meningkatkan risiko kanker. Orang yang tingkat interaksinya dengan ponsel sering memiliki risiko tinggi terkena kanker.

Faktanya: Tidak ada penelitian yang mampu menjelaskan hubungan antara keduanya. Sementara itu,  laporan dari National Institue of Environmental Health Science mengatakan bahwa belum ada bukti ilmiah yang mampu menjelaskan hubungan konklusif antara ponsel dan kanker, dan perlu penelitian lebih lanjut tentang ini.

6 mitos kanker di atas baru sebagian kecil yang populer merebak di masyarakat. Masih ada puluhatn bahkan ratusan mitos lain yang berkembang mengenai kanker. Sebagai masyarakat yang cerdas, jangan menelan mentah-mentah apa yang dikatakan orang jika tidak ada bukti ilmiah yang akurat dan jelas.

Mitos kanker umumnya berasal dari pengamatan subyektif seseorang atau cerita dari mulut ke mulut. Faktanya, kanker tidak seseram itu lho ! Apapun mitosnya, kuncinya kenali gejala dan cegah dengan pola hidup sehat !

 

Referensi :

http://www.menshealth.co.id/kesehatan/waras/lawan.mitos.kanker/004/003/207

http://health.kompas.com/read/2012/02/09/11511913/7.Mitos.Terpopuler.tentang.Kanker

http://u.msn.com/id-id/kesehatan/utama/mematahkan-15-mitos-tentang-kanker/ss-BBg4AmB#image=5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.