Skip to main content
menjadi perawat UGD

5 Kemampuan yang Harus Mendarah Daging Saat Jadi Perawat Igd

Menjadi perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) memang memiliki tantangan tersendiri. Selain harus selalu bertindak secara cepat dan tanggap, ada beberapa kompetensi yang harus dikuasai oleh perawat IGD yang belum tentu dikuasai oleh perawat di ruangan lainnya. Berikut adalah 5 kemampuan yang harus mendarah daging saat jadi perawat IGD:

  1. Kemampuan anamnesa dengan cepat dan tepat

IGD merupakan ruangan tempat pasien rujukan dan pasien gawat darurat dirawat. Kondisi pasien yang dominan gawat inilah yang mengharuskan perawat yang berdinas di IGD wajib memiliki kemampuan anamnesa yang cepat dan tepat. Anamnesa merupakan langkah awal tindakan keperawatan yang menjadi arahan dan petunjuk untuk melakukan tindakan selanjutnya. Beberapa kasus gawat darurat seperti cedera otak, penyakit jantung, dan stroke merupakan kasus-kasus penyakit yang memiliki golden period agar nyawa pasien terselamatkan. Golden period ini bukanlah dalam hitungan hari, melainkan hitungan detik dan menit, sehingga anamnesa yang cepat dan tepat sangatlah diperlukan.

Anamnesa yang cepat dan tepat tentu saja akan mengarahkan pasien untuk mendapat tindakan penanganan yang tepat sehingga nyawa pasien dapat terselamatkan. Anamnesa haruslah cepat dan tepat. Tidak bisa hanya cepat tetapi kurang tepat, atau sebaliknya, tepat tetapi kurang cepat. Karena hampir seluruh pasien di IGD merupakan pasien dengan kondisi gawat darurat yang membutuhkan bantuan dan penanganan sesegera mungkin. Salah satu jenis anamnesa yang harus dikuasai di luar kepala oleh perawat IGD adalah anamnesa berdasarkan ABC (Airway-Breathing-Circulation).

Untuk dapat melakukan anamnesa ABC ini biasanya perawat UGD dibekali pelatihan BLS (Basic Life Support) dan BCLS (Basic Cardiac Life Support) serta PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Setiap perawat yang telah melampaui pelatihan tersebut akan mendapatkan lisensi berupa sertifikat yang berlaku selama dua tahun. Setelah dua tahun, perawat IGD wajib memperbaharui sertifikatnya dengan melakukan ujian atau mengikuti pelatihan kembali. Hal ini berguna untuk mempertahankan kemampuan perawat IGD dalam melakukan anamnesa dan tindakan yang cepat dan tepat bagi para pasiennya.

Baca juga  sssttt... 6 Hal Ini yang Membuat Perawat Tidak Nafsu Makan Setelah Jaga Dinas
kemampuan anamnesa dengan cepat dan tepat
kemampuan anamnesa dengan cepat dan tepat
  1. Kemampuan menilai kesadaran pasien

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh perawat IGD adalah kemampuan menilai kesadaran pasien. Kemampuan menilai kesadaran pasien haruslah menjadi kemampuan yang mendarah daging saat menjadi perawat IGD, karena sebagian besar pasien yang masuk ke ruangan IGD merupakan pasien dengan kondisi gawat dan sering diikuti dengan gejala penurunan kesadaran. Salah satu cara menilai kesadaran pasien adalah menggunakan GCS (Glasgow Coma Scale). GCS merupakan skala yang digunakan untuk menentukan kesadaran seseorang ditinjau dari respon mata (eye), cara berbicara (verbal), dan gerakan tubuh (motion) atau lebih dikenal dengan singkatan EVM. Seorang pasien dikatakan memiliki kesadaran yang baik jika memiliki respon mata baik, respon verbal baik, dan respon gerak baik, GCS 4-5-6  dengan total skor/skala 15 ini juga bisa disebut kondisi composmentis.

cara menilai GCS
cara menilai GCS

 

  1. Kemampuan melakukan tindakan penyelamatan nyawa

Kemampuan yang mutlak harus dimiliki oleh perawat IGD adalah tindakan penyelamatan nyawa. Tindakan penyelamatan nyawa ini meliputi terapi cairan pada pasien syok, pemasangan intubasi bersama dokter anestesi, pemasangan ventilator atau alat bantu nafas, RJP (Resusitasi Jantung Paru) dan menggunakan defibrilator. Tindakan penyelamatan nyawa biasanya dilakukan berdasarkan analisis penyebab, apakah terdapat gangguan di jalan napas (airway), pernafasan (breathing) atau pada sirkulasi (circulation). Tindakan penyelamatan nyawa haruslah dilakukan dengan cekatan dan cepat, mengingat pasien yang berada di ruang IGD merupakan pasien gawat darurat yang keselamatan nyawanya bergantung pada ketepatan dan kecepatan tindakan.

Resusitasi Jantung Paru (RJP) keahlian wajib yang harus dimiliki perawat UGD
memberikan tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) keahlian wajib yang harus dimiliki perawat IGD
  1. Kemampuan menjahit luka dengan cepat

Kemampuan menjahit luka dengan cepat merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh seorang perawat IGD. Salah satu kasus terbanyak di ruang IGD adalah kasus kecelakaan lalu lintas. Hampir semua pasien yang mengalami kecelakaan menderita luka di bagian tubuhnya. Oleh karena itu, perawat IGD harus mampu menjahit luka dengan cepat. Teknik menjahit luka pada area kepala akan berbeda dengan luka di daerah lengan atau kaki. Hal ini juga menyebabkan perawat IGD dituntut untuk menguasai berbagai teknik jahitan agar bisa menjahit luka pasien di bagian tubuh mana saja dengan cekatan dan rapi.

Baca juga  Yakin Sudah Melakukan Proses Keperawatan dengan Benar? Jangan-Jangan 5 Hal Ini Kamu Lewatkan Begitu saja
luka terbuka pada tangan
luka terbuka pada tangan
  1. Kemampuan untuk berkomunikasi secara efisien efektif

IGD merupakan ruangan yang sering crowded dan hampir semua pasien membutuhkan penanganan yang cepat. Oleh karena itu, perawat IGD dan tenaga medis lainnya dituntut untuk memiliki kemampuan berkomunikasi secara efisien dan efektif. IGD sangat berbeda karakteristiknya dengan ruang perawatan lainnya. Di ruangan lain, perawat mungkin masih bisa menjelaskan dengan santai setiap perkembangan pasien kepada rekan sejawat atau tim medis, tetapi di IGD hal tersebut sangatlah mustahil. Hampir tidak ada waktu untuk berbicara dengan santai. Setiap pembicaraan hampir selalu dilakukan berbarengan dengan melakukan tindakan penanganan pada pasien, hal inilah yang menyebabkan perawat IGD harus mampu melakukan komunikasi yang efektif dan efisien.

komunikasi efektif perawat-pasien maupun perawat- tenaga medis lain
komunikasi efektif perawat-pasien maupun perawat- tenaga medis lain

Menjadi perawat IGD memang terkesan sangat sulit dan banyak pekerjaan, tetapi memberikan tantangan tersendiri di setiap waktu jaga. Dan ketika mereka mampu menyelamatkan nyawa pasien, ada kebanggan dan kelegaan yang tiada tara yang hanya mampu dirasakan oleh perawat yang bertugas di IGD, terutama di area resusitasi. Setelah mengetahui 5 kemampuan yang harus mendarah daging saat jadi perawat IGD, makin berminat menjadi perawat IGD? ­čÖé

 

One thought on “5 Kemampuan yang Harus Mendarah Daging Saat Jadi Perawat Igd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.