Skip to main content
www.huffingtonpost.co.uk

10 Jenis Kanker Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui

Kanker keberadaannya tidak pandang bulu. Kanker tidak mengenal usia. Anak-anak pun tak luput dari serangannya. Data  IARC (International Agency for Research on Cancer) mengungkapkan bahwa 1 dari 600 anak akan menderita kanker sebelum berusia 16 tahun. Pada tahun 2005-2007, ada 9 dari 100.000 anak di Jakarta yang menderita kanker. Setiap tahun diperkirakan ada 4.100 kasus baru kanker anak di Indonesia. Mengkhawatirkan, bukan?

Anak bukanlah manusia kecil yang struktur tubuhnya sekompleks manusia dewasa. Penyakit kanker pada anak membutuhkan penanganan dengan keahlian, sarana dan prasarana khusus. Sebagai orang tua, sejak dini harus paham tanda dan gejala kanker pada anak agar dapat terdeteksi sejak dini. Menurut dr. Ekowati Rahajeng, M.Kes, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menulat (PPTM) Kemenkes RI, menyatakan bahwa penyebab kanker pada anak belum dapat diketahui secara pasti dan masih diteliti. Namun, faktor risiko pemicu kanker yang perlu orang tua ketahui ialah paparan ibu (saat mengandung), atau paparan anak akan zat kimia atau radiasi yang bersifat karsinogen, faktor lingkungan (polusi, radikal bebas), faktor keturunan, dan lainnya.

 

Kanker pada anak tidak dapat dicegah seperti pada orang dewasa. The International Union Against Cancer menganjurkan kepada orang tua agar mengajarkan anak-anak, antara lain untuk tidak merokok, makan dengan pola gizi seimbang, dan mengikuti program imunisasi yang berlaku di negara masing-masing sebagai upaya pencegahan kanker di masa mendatang.

 

Saat ini, ada 10 jenis kanker yang sering ditemui terjadi pada anak-anak.

Yuk kenali tanda dan gejalanya sejak dini !

1.Retinoblastoma

waspadai adanya perbedaan warna pada pupil mata anak
waspadai adanya perbedaan warna pada pupil mata anak

Retinoblastoma atau kanker bola mata ialah jenis kanker yang banyak menyerang anak usia balita. Kanker ini dapat didetekdi sejak dini melalui pemeriksaan “Lihat Merah”. Pemeriksaan dapat dilakukan di Puskesmas maupun rumah sakit oleh tenaga kesehatan terlatih menggunakan alat yang disebut Opthalmoscope, suatu alat untuk melihat bagian dalam bola mata anak yang diperiksa.

Bila mata anak dalam kondisi normal, maka pemeriksa akan melihat warna merah terpantul dari mata anak menggunakan Opthalmoscope. Sebaliknya, pemeriksa akan menganjurkan orangtua membawa anaknya ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap bila melalui alat tadi, pemeriksa tidak melihat warna merah terpantul dari mata si anak.

2. Leukemia

kanker darah atau leukemia pada anak
kanker darah atau leukemia pada anak

Leukemia atau kanker darah merupakan yang paling banyak ditemui pada anak-anak. Sel-sel kanker pada leukemia menyerang sumsum tulang yang merupakan pabrik  penghasil sel-sel darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah (trombosit). Sel kanker yang aktif menghambat kerja sumsung tulang memproduksi sel-sel darah tersebut. Hasilnya, jumlah produksi sel-sel darah menurun drastis.

Baca juga  5 Gejala Awal Penyakit Kanker yang Harus Kamu Waspadai

 

Jika yang menurun jumlah eritrosit (sel darah merah), anak akan tampak pucat, lemah, lesu, dan mudah lelah. Jika leukosit (sel darah putih) yang rendah, anak akan mudah sakit ditandai dengan demam tinggi. Jika trombosit (keping darah) yang rendah, anak mudah mengalami perdarahan. Biasanya perdarahan terjadi di gusi, hidung. Tidak hanya menyerang sumsung tulang, sel-sel kanker juga merambah ke otak, gusi, kulit, tulang, hati, limpa, dan testis. Gejala-gejala lain yang dapat muncul, diantaranya kejang, pembengkakan gusi, nyeri tulang, perut terlihat membesar, dan testis tampak membesar dan keras.

 3. Kanker Paru

kanker paru-paru anakBila pada seorang anak dijumpai gejala sesak napas dan setelah dilakukan foto rontgen dada ternyata ditemukan adanya sel kanker di parunya, jangan dulu berpikir bahwa anakterkena kanker paru. Tidak ada kanker paru pada anak. Kondisi ini biasanya merupakan akibat dari penyebaran suatu jenis sel kanker tertentu ke paru-paru atau istilah medisnya metastasis. Salah satu jenis kanker pada anak yang dapat menyebar hingga ke paru-paru adalah kanker tulang.

 

4. Kanker testis

kanker testis pada anak

Senada dengan kanker paru, pada anak-anak kejadian kanker testis biasanya merupakan hasil dari penyebaran sel kanker (metastatis) tertentu ke organ testis. Secara fisik, testis kanan dan kiri terlihat tidak sam a besar, konsistensi testis yang terkena biasanya keras, dan tidak dijumpai tanda-tanda infeksi. Jenis kanker yang dimaksud, yang dapat menyebar ke testis adalah leukemia.

 5. Tumor otak

tumor otak anak

Tumor otak pada anak dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena letaknya yang berada di dalam tulang tengkorak (cranium) yang sempit. Gejala yang harus diwaspadai adalah sakit disertai mual sampai muntah-muntah. Gejala dapat pula disertai daya penglihatan berkurang, penurunan kesadaran atau perubahan perilaku. Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol. Hal lain yang perlu dicurigai ialah bila terdapat gangguan bicara dan keseimbangan tubuh, anggota gerak melemah atau kejang.

 6. Neuroblastoma

neuroblastoma pada anak-anak

Neuroblastoma adalah suatu jenis kanker saraf yang dapat menunjukkan banyak gejala, tergantung pada lokasinya. Neuroblastoma dapat terjadi di daerah leher, rongga dada, dan mata. Bila terdapat di daerah mata, sel kanker dapat menyebabkan bola mata menonjol, kelopak mata turun dan pupil melebar.

Bila terdapat di tulang belakang, sel kanker dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Tumor di daerah perut akan teraba bila sudah besar. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri sehingga penderitanya pincang mendadak.

Baca juga  6 Cara Menghindari Serangan Jantung di Usia Muda

 7. Tumor Wilms

survivor wilms tumor

Tumor Wilms adalah kanker ginjal yang paling sering dijumpai pada anak. Kanker ini dapat ditandai dengan kencing berdarah, rasa tidak enak di dalam perut, dan bila sudah cukup besar teraba keras. Jika orang tua menemukan adanya benjolan keras pada perut saat memandikan anak, disarankan untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan terdekat.

8. Limfoma Maligna

limfoma maligna pada anak

Limfona maligna atau kanker kelenjar getah bening ialah kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh yaitu sistem pembuluh limfatik (getah bening). Kanker ini biasanya ditandai dengan pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak, dan atau selangkangan, usus tanpa disertai rasa nyeri. Bila timbulnya di kelenjar getah bening dalam usus maka dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejala sakit perut, muntah, tidak bisa buang air besar, dan demam. Bila tumbuh di daerah dada maka dapat mendorong atau menekan saluran nafas yang menyebabkan sesak nafas dan muka membiru.

 

9. Rabdomiosarkoma

Rabdomiosarkoma ialah jenis kanker yang dijumpai  pada otot di mana saja. Lokasi pertumbuhan sel kanker biasanya pada anak di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat (kelenjar kelamin pria) dan vagina. Gejala yang ditimbulkan bergantung letak kanker. Pada rongga mata menyebabkan mata menonjol keluar.

Bila menyerang telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di tenggorokan menyebabkan sumbatan jalan nafas, radang sinus (rongga sekitar hidung), keluar darah dari hidung (mimisan) atau sulit menelan. Di saluran kandung kemih menyebabkan gangguan buang air kecil atau air seni berdarah. Bila mengenai saluran pencernaan dapat mengalami gangguan buang air besar. Bila mengenai otot anggota gerak akan membengkak.

10. Osteosarkoma

Osteosarkoma adalah kanker pada tulang. Gejala yang dijumpai ialah adanya pembengkakan yang cepat disertai rasa nyeri pada tulang yang perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya kanker tulang. Kanker tulang dapat menyerang setiap bagian tulang, tetapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai lengan dan pinggul. Kadang-kadang didahului oleh trauma (benturan keras) seperti jatuh dan sebagainya.

 

Pepatah bijak dari Niccolo Machiavelli, berbunyi:

“Awal penyakit sukar diketahui, mudah diobati. Penyakit yang sudah lanjut mudah diketahui, sukar diobati”.

Nah, sebagai orang tua wajib peka dan proaktif yah jika menemukan gejala-gejala di atas.

 

 

Referensi :

http://health.kompas.com/read/2012/01/14/10062694/Kenali.Gejala.Kanker.pada.Anak

http://health.kompas.com/read/2015/02/16/142057723/Kenali.Kanker.pada.Anak.sejak.Dini

http://www.ummi-online.com/8-jenis-kanker-anak-yang-perlu-kita-ketahui.html

http://www.parenting.co.id/article/balita/fakta.seputar.kanker.anak/001/003/638

http://www.dharmais.co.id/index.php/kanker-pada-anak.html

 

2 thoughts on “10 Jenis Kanker Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.